Kamis, 29 Desember 2016

SIMPOSIUM DAN PUNCAK PERINGATAN HARI GURU TAHUN 2016



SIMPOSIUM GURU & TENAGA KEPENDIDIKAN
SERTA PUNCAK PERINGATAN HARI GURU TAHUN 2016


            Pagi itu, Jum’at, 25 November 2016 tepat bersamaan dengan peringatan HUT PGRI yang diperingati sebagai Hari Guru, saya bersama-sama dengan 65 orang guru SD yang lain akhirnya slesai mengikuti PLPG Gelombang IV di Hotel Museum Batik. Acara ditutup oleh Bpk Faturrahman, M.Pd. pada pukul 09.00 WIB. Kami pun bersuka cita dan tak lupa teman-teman menggunakan moment berharga tersebut untuk berfoto bersama. Namun, saya terpaksa kehilangan moment tersebut karena harus segera pulang.
            Sekitar jam sepuluh pagi, saya sampai di kontrakan. Saya pun segera berkemas mempersiapkan baju-baju dan keperluan lain yang harus saya bawa ke Bogor. Alhamdulillah ada sedikit waktu untuk bisa rebahan. Setelah sholat Dhuhur, saya pun segera berangkat ke Bandara Adisucipto yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Bantul. Pukul satu siang saya pun tiba di bandara. Tak lama kemudian, ketujuh teman guru yang kemarin jadi finalis OGN Jenjang Dikdas pun tiba. Pukul 13.30 kami checkin, kemudian menitipkan bagasi, lalu menunggu saat boarding. Di ruang tunggu, kami bertemu dengan kelompok yang lain yang juga akan mengikuti symposium, di antaranya dari kelompok Guru Berprestasi, Inobel, dan Pengawas serta Tenaga Kependidikan Berprestasi.
Pesawat kami berangkat pukul 15.20 dengan maskapai Garuda Indonesia. Ini pengalaman ketiga saya naik pesawat. Alhamdulillah penerbangan kami lancar dan pukul 16.25 kami tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kami pun menjalankan ibadah sholat Ashar lalu menuju ke tempat parker di lantai dua di mana kami sudah ditunggu oleh sopir Taksi langganan Dinas Dikpora DIY.
            Perjalanan menuju Bogor waktu itu cukup memakan waktu. Kami berangkat dari bandara pukul 17.00 dan baru tiba di Hotel Salak pada pukul 19.45.Kami pun segera checkin lalu ke ruang makan, melakukan registrasi peserta, dan mendapatkan pengarahan untuk acara symposium pagi harinya. Saat masuk ke kamar, bagi saya sungguh luar biasa. Wow! Kami mendapat fasilitas kamar yang sangat mewah. Hotel Salak terletak tepat di depan Istana Bogor, dekat dengan Kebun Raya Bogor.
            Pagi harinya, pukul 05.00 pagi kami sudah harus sarapan dan pukul 06.00 pagi kami menuju bus untuk berangkat ke Sentul International Convention Centre (SICC). Tak lupa saya dan teman-teman berfoto dulu di depan hotel. Kemudian kami semua, sekitar 150 orang menuju menuju SICC dengan tiga bus. Pukul 07.00 kami sudah sampai di SICC. Di sana juga ada pameran pendidikan. Kami pun masuk ke gedung SICC. Acara Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 ini dihadiri oleh sekitar 2000 orang. Acara ini merupakan symposium yang kedua yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK. 


Gambar 1. Kenangan di depan Hotel Salak Bogor

            Symposium dibuka pada pukul 08.00 oleh Bpk Dirjen, yaitu Bpk Sumarna Surya Pranata. Beliau mengulas mengapa nilai UKG guru cukup rendah, di antaranya karena guru-guru kita terbiasa berada di zona nyaman dan banyak guru yang masih gagap teknologi alias gaptek. Dari simposium ini diharapkan akan muncul metodologi baru dan inovasi baru dalam proses pembelajaran yang muaranya diharapkan akan meningkatkan prestasi siswa. Beliau pun meneriakkan jargon yang sangat menggugah semangat, yaitu :
“AKU BANGGA, JADI GURU”
“JADI GURU, AKU BANGGA”
“GURU MULIA, KARNA KARYA”
“KARNA KARYA, GURU MULIA”
            Setelah acara pembukaan, maka peserta pun masuk ke ruangan-ruangan sesuai dengan kelompok mereka. Saya pun masuk ke ruang yang khusus untuk guru SD. Pada hari itu, ada sepuluh orang finalis symposium yang akan mempresentasikan artikel mereka. Mereka pun dinilai oleh beberapa orang dewan yuri untuk diambil tiga pemenang. Finalis tersebut adalah:
1.      Urip Nurdiana, M.Pd. dari SDN kebun Kosong, Jakarta Pusat (Juara I)
Mengembangkan integrasi pembelajaran dengan teknologi internet (Pembelajaran model hybrid) dengan judul artikel “TPCK (Technology Pedagogical & Content Knowledge) Melalui Jejaring Medsos Facebook dan Google Drive”. 
2.      Raman Singkiriwang, M.Pd. dari SDN 8 Kepahiang, Bengkulu
Mengembangkan media simulasi bagaimana agar arus listrik yang bergerak dapat diamati dengan “Media Simulasi PhET (Physics Education Technology) dan Strategi POE (Predict, Observe, Explain)”.
3.      Desi Rusnita, S.Pd. dari SDN 8 Kepahiang, Bengkulu
Mengembangkan media pembelajaran “Kartika Brangkas” yang merupakan adaptasi dari Dakota (Dakon Matematika).
4.      N. Chania Zamzani, S.Pd. dari Mojokerto
Mengambil tema tentang pendidikan karakter yaitu “Penerapan Disiplin”
5.      Ahmad Fauzi, S.Pd. dari Alor, NTT (Juara III)
Merupakan seorang guru di daerah 3T yang berusaha “menumbuhkan nasionalisme” kepada peserta didik melalui pembiasaan upacara bendera dan menyanyikan lagu-lagu nasional.
6.      Teri Restu, M.Pd. dari SD Islam Bani Hasyim, Surabaya (Juara II)
Mengembangkan “Kegiatan Literasi Model GELAB (Gerak, Lagu, Budaya)” yang telah diterapkan dengan sukses di sekolahnya.
7.      Yety Dwi Novia, S.Pd. dari SDN Keyongan Babat, Lamongan
Menumbuhkan minat baca melalui “Kegiatan SAMISATA (Satu Minggu Satu Tantangan) Literasi”.
8.      Agus Budi Utomo, S.Pd. dari SDN Cipuler 04, DKI Jakarta
Mengambil topik “Pembinaan Karakter Melalui Permainan Pramuka Berkelompok” yang telah diterapkan di beberapa SD di DKI Jakarta.
9.      Olga Maria W., M.Pd. dari Manado, Sulawesi Utara
Mengambil tema “Penanganan Pencemaran Lingkungan melalui Pemanfaatan Batok Kelapa dan Plastik untuk Membuat Lampu Hias”.
10.  Muh. Safari, M.Pd. dari MI Miftahul Huda, Pabelan, Semarang
Mengembangkan aplikasi “Musik Virtual Gamelan” untuk memperkenalkan gamelan Jawa kepada murid-muridnya.
Artikel lengkap bisa dilihat di www.simposiumgtk.kemdikbud.go.id/karya
Acara penutupan symposium dimulai pada pukul 16.00 dengan menampilkan beberapa hiburan berupa tari-tarian, lagu-lagu nasional, dan pembacaan puisi. Selain penutupan symposium, juga ada agenda penyematan Satyalancana bagi tokoh-tokoh yang berjasa/berprestasi di bidang pendidikan oleh Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Muhadjir Efendi, M.Ap. Acara symposium akhirnya resmi ditutup pada pukul 18.30. Kemudian kami pun kembali ke Hotel Salak untuk makan malam lalu beristirahat. 
 
Gambar 2.  Penyematan Satyalancana oleh Mendikbud

Pagi harinya, pukul 05.00 kami sudah sarapan, lalu pukul 06.00 kami menyelesaikan urusan administrasi dan pembagian tiket pulang oleh panitia. Pukul 07.00 kami berangkat menuju SICC untuk mengikuti Acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional. Pukul 07.30 kami sampai di bunderan jalan menuju SICC. Namun kendaraan tidak diperkenankan masuk, akhirnya sopir mencari tempat untuk parkir bus dan ternyata kami mendapat lokasi parkir yang sangat jauh dari bunderan tadi, sekitar satu kilometer karena membludaknya orang yang hadir ke acara tersebut untuk bertemu dengan Bapak Presiden RI.           
Kami pun harus berjalan sejauh satu kilometer dari lokasi parkir bus untuk mencapai bunderan. Dari bunderan menuju ke SICC kami masih harus berjalan lagi sejauh satu kilometer. Jam 08.00 kami baru sampai di SICC, lalu masuk dan mencari tempat duduk. Acara dimulai pada pukul 08.45 sambil menunggu kedatangan Presiden RI, kami disuguhi persembahan kesenian berupa: Tari Merak, Parade Puisi Guru, Lagu Indonesia Jaya, Tari Rantak Sumbar, Paduan Suara Siswa, Puisi, dan Paduan Suara Guru. Tepat pukul 10.00 Presiden RI, Bpk Ir. Joko Widodo beserta Ibu Iriana tiba di lokasi, disambut oleh Menko PMK, Mendikbud, Menag, dan Gubernur Jabar. Kemudian hadirin dimohon berdiri untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan persembahan Tari Tifa dan Laporan Plt. Ketua Umum PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Hymne Guru dan prosesi pemberian penghargaan 10 terbaik peserta Symposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 oleh Mendikbud. 
Gambar 3. Suguhan Tari Merak 
 
Acara dilanjutkan dengan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Pendidikan oleh Presiden RI bagi 20 orang terpilih. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada 15 Kepala Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota) yang konsern terhadap pendidikan di daerahnya oleh Presiden RI. Kemudian Presiden RI, Bpk Ir. Joko Widodo memberikan sambutannya agar seluruh komponen bangsa terutama guru, bersatu padu dalam mendidik anak bangsa. Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Wasekjen Bidang Pendidikan dan Kader Ulama MUI Pusat, Dr. H. Amirsyah, M.Ag. Pukul 11.30, Presiden RI beserta Ibu Negara meninggalkan SICC diiringi oleh Paduan Suara Siswa yang menyanyikan Lagu-lagu Nasional seperti: Tanah Airku, Bangun Pemudi Pemuda, Merah Putih, dan Gebyar-gebyar. Acara dilanjutkan dengan pemberian Door Prize yang sangat banyak dan menarik, berupa: 5 unit sepeda motor, 20 unit laptop, 5 unit smartphone, dll. Sementara di luar gedung, hujan turun dengan lebatnya. 


Gambar 4. Penganugerahan Satyalancana oleh Presiden RI

Saking banyaknya doorprize, sampai pukul 13.30 pun belum selesai. Akhirnya kami pun keluar dari gedung SICC dan menuju ke kantin untuk mengambil Snack dan makan siang. Seharusnya peserta mendapat souvenir berupa kaos dan produk dari sponsor, namun karena pengambilan souvenir hanya satu pintu sedangkan peserta yang datang mencapai lebih dari 15.000 orang maka terjadilah antrian yang berjubel dan berdesak-desakan.
Mengingat waktu sudah hampir pukul 14.00 dan kami harus mengejar pesawat, maka kami pun terpaksa menembus hujan yang cukup deras waktu itu. Kami pun basah kuyup karena harus berjalan sejauh hamper tiga kilometer. Dua kilometer menuju bus untuk mengambil koper-koper kami dan satu kilometer untuk kembali ke bunderan dimana sopir taxi menunggu kami, karena tidak memungkinkan bagi sopir itu untuk menuju bus kami mengingat penuhnya parkiran di sepanjang jalan menuju SICC. Sungguh pengalaman yang tak kan terlupa. Baju kami pun basah kuyup dengan bagian bawah rok/clana dan sepatu yang penuh percikan lumpur. 
Dalam keadaan kedinginan karena pakaian yang basah, kami menempuh perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta. Pada pukul 17.00, kami akhirnya sampai di bandara. Kami bergegas checkin kemudian berganti pakaian lalu menunaikan sholat. Pukul 17.30 kami mengurus bagasi, lalu segera menuju ruang tunggu. Satu kejadian yang mencemaskan terjadi lagi. Salah satu teman kami, Bpk Sugeng Widodo tidak ada. Kami bingung mencari kemana-mana karena ponselnya tidak aktif. Demi Alloh, saya sangat cemas waktu itu karena kami harus segera boarding. Tepat pukul 18.00, setelah beberapa dari kami muter-muter, akhirnya WA saya masuk dan beliau muncul dengan senyum-senyum padahal kami sudah sangat bingung. Ternyata pak Sugeng sedang mengecharge batrei HP-nya, dan Bu Ponikem yang dipamiti lupa. Akhirnya kami berjalan menuju tempat boarding pesawat dan sampai tepat pada saat kami dipanggil agar segera naik ke pesawat. 
 Gambar 5. Menuju lokasi boarding di Bandara Soekarno Hatta 

Pesawat kami berangkat dari bandara pukul 18.30 dan seharusnya tiba di jogja pukul 19.40. Namun, saat kami hampir mendarat cuaca di jogja sedang kurang kondusif, terjadi hujan deras sehingga di luar terlihat sangat gelap. Pesawat kami pun harus berputar-putar dahulu, sebelum mendapat posisi yang tepat dan kondusif untuk mendarat. Akhirnya pukul 20.05, pesawat kami bisa mendarat dengan selamat. Hujan pun telah reda. Kami pun mengambil bagasi dan saling berpamitan karena entah kapan lagi bisa pergi bersama. Akhirnya saya pun menuju tempat penitipan sepeda motor, dimana saya menitipkan sepeda motor saya. Saya pun pulang dan sampai di kontrakan dengan selamat pukul 21.00. Perjalanan kali ini sungguh sangat berkesan, penuh kegembiraan sekaligus ketegangan. Terima kasih teman-teman.. Kisah ini takkan terlupa… Semoga tahun depan kita bias bersama lagi dalam event yang sama sebagai penerima penghargaan Satyalancana.. Aamiin…
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar