PLPG GELOMBANG IV TAHUN 2016
Pendidikan Latihan Profesi Guru
(PLPG) yang identik dengan sertifikasi guru adalah proses yang dinantikan oleh
banyak guru, tak terkecuali saya. Saya menantikan proses ini selama sepuluh
tahun lebih. Sejak sekitar tahun 2012 sudah santer diberitakan bahwa PLPG yang
selama ini hanya ditempuh selama sepuluh hari akan dirubah menjadi semacam
kuliah selama enam bulan bagi guru SD dan satu tahun bagi guru mata pelajaran,
yang dikenal dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bahkan pada tahun itu, saya
sempat mengikuti seleksi berkas administrasi dan tes tertulis di Universitas
Negeri Yogyakarta namun kemudian tidak ada tindak lanjut karena ternyata tidak
ada dana dari pusat untuk pelaksanaan PPG selama enam bulan tersebut yang
tentunya akan memakan biaya yang sangat banyak.
Saya menjadi guru sejak tahun 2006,
di mana batas dari pelaksanaan proses sertifikasi dengan pola PLPG bagi guru
dengan TMT sebelum tahun 2005 dan dengan pola PPG bagi guru dengan TMT setelah
tahun 2005. Di mana proses pemanggilan peserta PLPG terutama berdasarkan umur
dan masa kerja. Selain itu, bagi guru yang tidak lulus PLPG ada kesempatan
mengulangi proses PLPG sampai tiga kali. Hal ini menyebabkan antrian menjadi
begitu lama dan tidak habis-habis.
Pada tahun 2015, dilakukan proses
pemberkasan lagi bagi guru-guru yang memenuhi kriteria untuk mengikuti proses
sertifikasi guru dengan pola PPG. Bahkan kami sebagai peserta diminta untuk
menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa kami bersedia
menanggung sendiri biaya pelaksanaan PPG selama enam bulan tersebut bagi guru
SD dan satu tahun bagi guru mata pelajaran, dengan biaya sekitar Rp.
7.500.000,00 per semester. Gelombang protes terjadi di mana-mana, sehingga
proses PPG pada tahun 2015 pun batal dilaksanakan.
Pada tahun 2016, setelah proses
perundingan yang sangat alot di level pusat, akhirnya diputuskan bahwa bagi
guru dengan TMT setelah tahun 2005 sampai tahun 2015 tetap mengikuti proses
sertifikasi dengan pola PLPG. Sedangkan pola PPG akan diterapkan bagi guru
dengan TMT setelah tahun 2016. Namun terdapat beberapa perubahan mendasar dalam
penetapan peserta, proses pelaksanaan, dan penetapan kelulusan PLPG Tahun 2016
ini. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melaksanakan sosialisasi
PLPG Tahun 2016 pada tanggal 3-4 Oktober 2016 di RM. Twins Asri.
Gambar
1. Pembekalan PLPG Tahun 2016 di RM. Twins Asri
Penetapan peserta PLPG tahun 2016
bagi guru dengan TMT setelah tahun 2005 adalah berdasarkan ranking nilai UKG
Tahun 2015 dengan batas minimal nilai 80. Sehingga sebagian besar peserta PLPG
Tahun 2016 ini masih muda, berkisar umur 30-40 tahun. Pemberkasan calon peserta
PLPG Tahun 2016 dilaksanakan pada awal bulan April. Ujian tertulis pada PLPG
tahun ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu ujian tulis lokal (UTL) pada hari
kelima PLPG dengan batas nilai minimal 70 dan ujian tulis nasional (UTN) yang
dilakukan pada hari kesebelas secara online dengan batas nilai minimal 80.
Namun, UTN tidak perlu ditempuh lagi bagi peserta PLPG yang sudah mencapai
nilai 80 pada UKG Tahun 2015.
Saya adalah salah satu peserta PLPG
Tahun 2016. Akhirnya setelah penantian selama sepuluh tahun lebih. Saat saya
ditetapkan sebagai peserta PLPG Tahun 2016, saya baru saja mendapat email dari
Dinas Dikpora DIY bahwa saya masuk 34 besar finalis Olimpiade Guru Nasional
(OGN) Tahun 2016 yang seleksi finalnya akan dilaksanakan sekitar pertengahan
Oktober sampai awal November. Padahal pada awal akhir bulan Oktober sampai awal
November saya juga menempuh Ujian Tengah Semester (UTS) Kuliah S2 saya.
Akhirnya saya berkonsultasi dengan pihak Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten
Sleman dan mendapat solusi agar saya mengajukan surat penyesuaian gelombang
PLPG. Saya pun mengajukan permohonan agar saya diikutkan pada gelombang keempat
atau kelima.
Saya pulang dari Jakarta pada
Jum’at, 4 November 2016 dan Alhamdulillah bisa meraih medali perak untuk OGN
Jenjang SD Tahun 2016. Dua minggu kemudian, yaitu tanggal 16-26 November 2016
saya mengikuti PLPG Rayon 111 Gelombang IV di Hotel Museum Batik, Jln. Dr.
Sutomo. Peserta PLPG di Hotel Museum Batik ini terdiri dari 66 orang yang
dibagi dalam dua kelas yaitu Kelas 27 dan Kelas 28. Peserta berasal dari
Kabupaten Sleman, Bantul, Magelang, dan Semarang. Dari 66 orang peserta, hanya 15
orang peserta yang masih harus mengikuti UTN, berarti sebanyak 51 orang sudah
mendapat nilai UKG di atas 80.
PLPG gelombang IV dimulai pada Rabu,
16 November 2016 secara serentak. Di Hotel Museum Batik, PLPG dibuka oleh Prof.
Dr. Edi Purwanta, M.Pd. (Wakil Rektor II UNY). Beliau juga memaparkan tentang
materi Kebijakan Pengembangan Profesi Guru dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Hari Kamis, kami mendapat materi tentang Materi Profesional, Paket Keahlian
Guru Kelas SD untuk mata pelajaran IPA oleh Bapak Ikhlasul Ardhy, M.Pd. dan
Materi Pedagogik tentang Kurikulum 2013 oleh Ibu Supartinah, M.Hum.
Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Bapak
Ikhlasul Ardhy, M.Pd. dan mengucapkan terima kasih karena sempat membimbing
saat persiapan seleksi OGN tingkat provinsi. Menurut saya, beliau adalah dosen
yang cerdas. Banyak hal yang belum saya pahami dapat beliau jelaskan dengan
baik sehingga saya menjadi paham. Saat menyampaikan materi IPA beliau banyak
memberikan contoh-contoh praktis dan sederhana saat menjelaskan materi ke
peserta didik.
Gambar 2. Pembekalan
Materi IPA di Kelas 27
Hari
Jum’at, tanggal 18 November 2016, kami memperoleh pembekalan materi IPS oleh
Dr. Anwar Senen, M.Pd. dan PPKn oleh Bapak Faturrohman, M.Pd. Hari Sabtu dan
Minggu, kami mengikuti proses pembelajaran full dari pagi jam 8 sampai jam 10
malam. Sedangkan pada hari Senin-Sabtu dari jam 12.30 siang sampai jam 10
malam, mengingat para dosen harus memberi perkuliahan dulu di kampus UNY. Hari
Sabtu, tanggal 19 November kami memperoleh pembekalan materi professional
Bahasa Indonesia dan materi pedagogik Belajar & Pembelajaran di Sekolah
Dasar. Hari Minggunya, kami mulai menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) sebanyak dua RPP Tematik, satu untuk kelas bawah dan satu untuk kelas
atas. Dilanjutkan dengan Pengembangan Materi Ajar untuk melengkapi dua RPP
tadi.
Hari
Senin, 21 November 2016, kami menyiapkan Perangkat Penilaian dan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) meliputi kisi-kisi penilaian, soal/instrument penilaian,
dan rubrik penilaian. Dilanjutkan dengan pembuatan Media Pembelajaran pada hari
Selasa. Semua produk hasil PLPG berupa RPP, Materi Ajar, Perangkat Penilaian,
dan Media Pembelajaran dinilai oleh dosen pembimbing pada saat proses
pembelajaran materi tersebut. Berikut gambar satu dari empat media pembelajaran
yang saya buat saat PLPG.
Gambar
3. Media Pembelajaran Tematik Kelas 5 Muatan MTK tentang Letak Suatu Benda
Hari
Rabu, tanggal 23 November kami mulai melakukan Peer Teaching. Setiap kelas dibagi menjadi tiga kelompok, setiap
kelompok terdiri dari sebelas orang. Pada saat itu kami dibimbing oleh Ibu Enny
Zubaidah, M.Pd. Beliau banyak memberikan masukan kepada kami baik dalam
redaksional tujuan pembelajaran di RPP, maupun terkait bagaimana penampilan
kami saat peer teaching. Hari
Kamisnya, kami mengikuti Penilaian Kinerja yang sesungguhnya. Kami semua
berusaha untuk menampilkan yang terbaik dengan memanfaatkan semua perangkat RPP
dan Media Pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.
Alhamdulillah
semua dinyatakan lulus Uji Kinerja. Dan pada malam itu juga, semua produk hasil
PLPG dijilid jadi satu dan dikumpulkan. Akhirnya kami bisa bernafas dengan lega
dan packing semua barang bawaan agar pagi harinya bisa segera pulang. Mengingat
siangnya, saya harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti Simposium Guru dan
menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2016 di Sentul
International Convention Center (SICC) di Bogor.
Pagi
harinya, Jumat, 25 November 2016 pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan HUT PGRI
yang diperingati sebagai Hari Guru, PLPG Gelombang IV di Hotel Museum Batik
dinyatakan ditutup. Namun, bagi peserta yang masih harus mengikuti UTN pada
hari Sabtu belum diperbolehkan pulang. Alhamdulillah, satu proses lagi dalam
hidupku terlampaui dengan baik dan sukses. Nantikan kisah selanjutnya di
Simposium Guru Nasional Tahun 2016 ya…



Tidak ada komentar:
Posting Komentar