Kamis, 22 Desember 2016

PLPG Gelombang IV Tahun 2016



PLPG GELOMBANG IV TAHUN 2016

            Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang identik dengan sertifikasi guru adalah proses yang dinantikan oleh banyak guru, tak terkecuali saya. Saya menantikan proses ini selama sepuluh tahun lebih. Sejak sekitar tahun 2012 sudah santer diberitakan bahwa PLPG yang selama ini hanya ditempuh selama sepuluh hari akan dirubah menjadi semacam kuliah selama enam bulan bagi guru SD dan satu tahun bagi guru mata pelajaran, yang dikenal dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bahkan pada tahun itu, saya sempat mengikuti seleksi berkas administrasi dan tes tertulis di Universitas Negeri Yogyakarta namun kemudian tidak ada tindak lanjut karena ternyata tidak ada dana dari pusat untuk pelaksanaan PPG selama enam bulan tersebut yang tentunya akan memakan biaya yang sangat banyak.
            Saya menjadi guru sejak tahun 2006, di mana batas dari pelaksanaan proses sertifikasi dengan pola PLPG bagi guru dengan TMT sebelum tahun 2005 dan dengan pola PPG bagi guru dengan TMT setelah tahun 2005. Di mana proses pemanggilan peserta PLPG terutama berdasarkan umur dan masa kerja. Selain itu, bagi guru yang tidak lulus PLPG ada kesempatan mengulangi proses PLPG sampai tiga kali. Hal ini menyebabkan antrian menjadi begitu lama dan tidak habis-habis.
            Pada tahun 2015, dilakukan proses pemberkasan lagi bagi guru-guru yang memenuhi kriteria untuk mengikuti proses sertifikasi guru dengan pola PPG. Bahkan kami sebagai peserta diminta untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa kami bersedia menanggung sendiri biaya pelaksanaan PPG selama enam bulan tersebut bagi guru SD dan satu tahun bagi guru mata pelajaran, dengan biaya sekitar Rp. 7.500.000,00 per semester. Gelombang protes terjadi di mana-mana, sehingga proses PPG pada tahun 2015 pun batal dilaksanakan.
            Pada tahun 2016, setelah proses perundingan yang sangat alot di level pusat, akhirnya diputuskan bahwa bagi guru dengan TMT setelah tahun 2005 sampai tahun 2015 tetap mengikuti proses sertifikasi dengan pola PLPG. Sedangkan pola PPG akan diterapkan bagi guru dengan TMT setelah tahun 2016. Namun terdapat beberapa perubahan mendasar dalam penetapan peserta, proses pelaksanaan, dan penetapan kelulusan PLPG Tahun 2016 ini. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melaksanakan sosialisasi PLPG Tahun 2016 pada tanggal 3-4 Oktober 2016 di RM. Twins Asri.  
Gambar 1. Pembekalan PLPG Tahun 2016 di RM. Twins Asri

            Penetapan peserta PLPG tahun 2016 bagi guru dengan TMT setelah tahun 2005 adalah berdasarkan ranking nilai UKG Tahun 2015 dengan batas minimal nilai 80. Sehingga sebagian besar peserta PLPG Tahun 2016 ini masih muda, berkisar umur 30-40 tahun. Pemberkasan calon peserta PLPG Tahun 2016 dilaksanakan pada awal bulan April. Ujian tertulis pada PLPG tahun ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu ujian tulis lokal (UTL) pada hari kelima PLPG dengan batas nilai minimal 70 dan ujian tulis nasional (UTN) yang dilakukan pada hari kesebelas secara online dengan batas nilai minimal 80. Namun, UTN tidak perlu ditempuh lagi bagi peserta PLPG yang sudah mencapai nilai 80 pada UKG Tahun 2015.
            Saya adalah salah satu peserta PLPG Tahun 2016. Akhirnya setelah penantian selama sepuluh tahun lebih. Saat saya ditetapkan sebagai peserta PLPG Tahun 2016, saya baru saja mendapat email dari Dinas Dikpora DIY bahwa saya masuk 34 besar finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2016 yang seleksi finalnya akan dilaksanakan sekitar pertengahan Oktober sampai awal November. Padahal pada awal akhir bulan Oktober sampai awal November saya juga menempuh Ujian Tengah Semester (UTS) Kuliah S2 saya. Akhirnya saya berkonsultasi dengan pihak Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan mendapat solusi agar saya mengajukan surat penyesuaian gelombang PLPG. Saya pun mengajukan permohonan agar saya diikutkan pada gelombang keempat atau kelima.
            Saya pulang dari Jakarta pada Jum’at, 4 November 2016 dan Alhamdulillah bisa meraih medali perak untuk OGN Jenjang SD Tahun 2016. Dua minggu kemudian, yaitu tanggal 16-26 November 2016 saya mengikuti PLPG Rayon 111 Gelombang IV di Hotel Museum Batik, Jln. Dr. Sutomo. Peserta PLPG di Hotel Museum Batik ini terdiri dari 66 orang yang dibagi dalam dua kelas yaitu Kelas 27 dan Kelas 28. Peserta berasal dari Kabupaten Sleman, Bantul, Magelang, dan Semarang. Dari 66 orang peserta, hanya 15 orang peserta yang masih harus mengikuti UTN, berarti sebanyak 51 orang sudah mendapat nilai UKG di atas 80.
            PLPG gelombang IV dimulai pada Rabu, 16 November 2016 secara serentak. Di Hotel Museum Batik, PLPG dibuka oleh Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd. (Wakil Rektor II UNY). Beliau juga memaparkan tentang materi Kebijakan Pengembangan Profesi Guru dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hari Kamis, kami mendapat materi tentang Materi Profesional, Paket Keahlian Guru Kelas SD untuk mata pelajaran IPA oleh Bapak Ikhlasul Ardhy, M.Pd. dan Materi Pedagogik tentang Kurikulum 2013 oleh Ibu Supartinah, M.Hum. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Bapak Ikhlasul Ardhy, M.Pd. dan mengucapkan terima kasih karena sempat membimbing saat persiapan seleksi OGN tingkat provinsi. Menurut saya, beliau adalah dosen yang cerdas. Banyak hal yang belum saya pahami dapat beliau jelaskan dengan baik sehingga saya menjadi paham. Saat menyampaikan materi IPA beliau banyak memberikan contoh-contoh praktis dan sederhana saat menjelaskan materi ke peserta didik. 
Gambar 2. Pembekalan Materi IPA di Kelas 27

Hari Jum’at, tanggal 18 November 2016, kami memperoleh pembekalan materi IPS oleh Dr. Anwar Senen, M.Pd. dan PPKn oleh Bapak Faturrohman, M.Pd. Hari Sabtu dan Minggu, kami mengikuti proses pembelajaran full dari pagi jam 8 sampai jam 10 malam. Sedangkan pada hari Senin-Sabtu dari jam 12.30 siang sampai jam 10 malam, mengingat para dosen harus memberi perkuliahan dulu di kampus UNY. Hari Sabtu, tanggal 19 November kami memperoleh pembekalan materi professional Bahasa Indonesia dan materi pedagogik Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Hari Minggunya, kami mulai menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebanyak dua RPP Tematik, satu untuk kelas bawah dan satu untuk kelas atas. Dilanjutkan dengan Pengembangan Materi Ajar untuk melengkapi dua RPP tadi.
Hari Senin, 21 November 2016, kami menyiapkan Perangkat Penilaian dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) meliputi kisi-kisi penilaian, soal/instrument penilaian, dan rubrik penilaian. Dilanjutkan dengan pembuatan Media Pembelajaran pada hari Selasa. Semua produk hasil PLPG berupa RPP, Materi Ajar, Perangkat Penilaian, dan Media Pembelajaran dinilai oleh dosen pembimbing pada saat proses pembelajaran materi tersebut. Berikut gambar satu dari empat media pembelajaran yang saya buat saat PLPG.   
Gambar 3. Media Pembelajaran Tematik Kelas 5 Muatan MTK tentang Letak Suatu Benda

Hari Rabu, tanggal 23 November kami mulai melakukan Peer Teaching. Setiap kelas dibagi menjadi tiga kelompok, setiap kelompok terdiri dari sebelas orang. Pada saat itu kami dibimbing oleh Ibu Enny Zubaidah, M.Pd. Beliau banyak memberikan masukan kepada kami baik dalam redaksional tujuan pembelajaran di RPP, maupun terkait bagaimana penampilan kami saat peer teaching. Hari Kamisnya, kami mengikuti Penilaian Kinerja yang sesungguhnya. Kami semua berusaha untuk menampilkan yang terbaik dengan memanfaatkan semua perangkat RPP dan Media Pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.
Alhamdulillah semua dinyatakan lulus Uji Kinerja. Dan pada malam itu juga, semua produk hasil PLPG dijilid jadi satu dan dikumpulkan. Akhirnya kami bisa bernafas dengan lega dan packing semua barang bawaan agar pagi harinya bisa segera pulang. Mengingat siangnya, saya harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti Simposium Guru dan menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2016 di Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor.
Pagi harinya, Jumat, 25 November 2016 pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan HUT PGRI yang diperingati sebagai Hari Guru, PLPG Gelombang IV di Hotel Museum Batik dinyatakan ditutup. Namun, bagi peserta yang masih harus mengikuti UTN pada hari Sabtu belum diperbolehkan pulang. Alhamdulillah, satu proses lagi dalam hidupku terlampaui dengan baik dan sukses. Nantikan kisah selanjutnya di Simposium Guru Nasional Tahun 2016 ya…  


 
      

   
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar